Beranda Wisata Jejak Peninggalan Portugis di Benteng Otanaha Gorontalo

Jejak Peninggalan Portugis di Benteng Otanaha Gorontalo

41
0
Benteng Otanaha (Foto: iqbalkautsar.com)

Selain Belanda, Inggris, dan Jepang, masih ada satu negara lagi yang pernah menjajah Indonesia yaitu Portugis. Bukti pendudukan Portugis tersebut dapat dilihat melalui keberadaan Benteng Otanaha di Gorontalo. Pada abad ke-16, bajak laut di Teluk Tomini menyerang kapal Portugis hingga kapal tersebut terdampar di Gorontalo.

Pada saat itu, Kerajaan Ilato-lah yang sedang berkuasa di Gorontalo. Portugis pun lantas menawarkan kerja sama untuk membangun benteng pertahanan dari serangan bajak laut dan musuh lainnya. Kerja sama tersebut membuahkan Benteng Otahana. Sayangnya, kebaikan Sang Raja disalahgunakan oleh Portugis.

Sesudah benteng tersebut berdiri, Portugis berniat menguasai Gorontalo, yang membuat Raja Ilato dan rakyat marah. Mereka pun bersatu melakukan penyerangan untuk mengusir Portugis dari Gorontalo. Penyerangan tersebut dipimpin oleh putra Raja Ilato yaitu Ndoba dan Tiliaya. Akhirnya Portugis pun meninggalkan Gorontalo. Sementara benteng yang sudah didirikan ditinggalkan tanpa digunakan.

Beberapa tahun kemudian, putra Raja Ilato bernama Naha menemukan benteng ini. Pada saat terjadi penyerangan terhadap Portugis, Naha sedang mengembara. Oleh karena itulah, benteng ini dinamakan Benteng Otanaha yang berarti benteng yang ditemukan Naha. Selain Benteng Otanaha, terdapat dua benteng lain yaitu Otahiya dan Ulupahu.

Penamaan Benteng Otahiya diambil dari nama istri Naha, sedangkan penamaan Benteng Ulupahu diambil dari nama putra Naha. Di masa-masa selanjutnya, ketiga benteng digunakan Raja-Raja Gorontalo sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh.

Lokasi Benteng Otanaha berada 8 kilometer dari pusat kota Gorontalo. Lebih tepatnya berada di Kelurahan Dembe I. Kec. Kota Barat. Jika anda hendak menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki becak motor yang mudah ditemukan di Kota Gorontalo. Banyaknya bentor yang memenuhi setiap sudut kota ini menjadikan Kota Gorontalo mendapat julukan Kota Bentor.

Setibanya di gerbang wisata, anda bisa memilih untuk menggunakan kendaraan hingga ke tempat parkir yakni di bawah benteng atau berjalan menaiki tangga. Bagi anda yang merasa tertantang, bisa menaiki 348 anak tangga secara perlahan sambil menikmati pesona Limboto. Anda tidak perlu takut kelelahan karena terdapat empat titik persinggahan di sini.

Terdapat 52 anak tangga dari dasar menuju persinggahan I, 83 anak tangga menuju persinggahan II, 53 anak tangga menuju persinggahan III, dan 89 anak tangga menuju persinggahan IV. Untuk sampai ke area benteng, anda harus menaiki 71 anak tangga lagi. Manfaatkanlah setiap titik persinggahan untuk beristirahat sejenak sambil menghirup udara segar Limboto yang dikelilingi perbukitan hijau dan menikmati keindahan panoramanya.

Setibanya di puncak, anda akan disambut oleh pintu masuk benteng berbentuk lengkungan. Untuk masuk ke halaman tengah benteng, anda harus melalui pintu tersebut. Ukuran Benteng Otanaha sendiri tidak terlalu besar. Diameternya hanya sekitar 10 meter, tingginya hanya sekitar 3 meter, dan tebalnya hanya sekitar 1 meter.

Uniknya, Benteng Otanaha dibangun dari batu-batu yang dilekatkan dengan menggunakan campuran putih telur Burung Maleo dan kapur. Burung Maleo sendiri ialah burung khas Sulawesi yang kini keberadaannya sudah sangat langka. Kontruksi ini juga berlaku pada Benteng Otahiya dan Benteng Ulupahu yang terletak di dataran yang lebih rendah. Dari Benteng Otanaha, kedua benteng ini terlihat dengan jelas, dimana posisi Benteng Otahiya berjarak sekitar 40 meter di belakang Benteng Otanaha dan Benteng Ulupahu berjarak sekitar 200 meter di belakang Benteng Otanaha.

Dari Benteng Otanaha, anda bisa menyaksikan langit biru, Danau Limboto, pemukiman warga dan persawahan, yang semuanya membentuk panorama yang indah. Waktu terbaik untuk menikmati lanskap Benteng Otanaha adalah saat pagi hari. Pesona matahari terbit yang menimpa Danau Limboto menciptakan pesona keindahan.

Ditambah lagi dengan semarak kicauan burung khas pagi hari dan udara segar khas perbukitan, kegiatan menikmati lanskap Benteng Otanaha pun terasa semakin menyenangkan. Benteng Otanaha tidak beratap, cuaca Gorontalo pun terkenal terik. Jadi, sebaiknya anda tidak berada di benteng jika hari sudah menjelang siang.

Selain mengunjungi Benteng Otanaha, anda juga bisa mengunjungi Museum Pendaratan Soekarno yang berada di tepi Danau Limboto. Pendirian museum ini bertujuan mengenang kunjungan Presiden Soekarno yang saat itu mendarat di danau pada tahun 1950 dan 1956 dengn menggunakan pesawat amfibi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini